Seorang lelaki ketahuan telah berselingkuh , saat pasangannya mengecek ponsel kekasihnya .
Dengan nada marah , si wanita melabrak si lelaki . Berbagai umpatan ,
makian bahkan sebuah tamparan mendarat di pipi si lelaki .
Si wanita merasa dibohongi dan dilukai ; merasa tidak terima atas perlakuan pasangannya .
Namun , dengan tenang , lelaki itu menjelaskan pada si wanita .
"kamu belum mendengar apa
yang terjadi sebenarnya . Aku memang berselingkuh . Tapi jika kamu
mengkoreksi diri , aku melakukannya karena kamu tidak peduli terhadap
waktu dan kehadiranku di sampingmu .
Saat aku butuh kamu , kamu malah acuh dan sibuk dengan kepentinganmu .
Saat aku ingin menyelesaikan masalah ini , kamu juga sulit ku temui .
Waktumu telah habis hanya untuk kepentingan dirimu saja ."
Sejenak lelaki itu diam .
"apakah kamu tahu kenapa aku hanya diam saat kamu luapkan amarahmu ?
Itu karena aku masih menghargai kamu sebagai pasanganku .
Sejahat-jahatnya aku , aku tidak lari dalam berbagai alasan yang tidak masuk akal untuk membenarkan diriku sendiri .
Pahamilah itu ."
->>
seringkali , orang hanya melihat apa yang dirasakannya SAAT ITU , tanpa mau mendengar dahulu penjelasan dari lawan bicara ;
tanpa mau mengambil sejenak waktu untuk menenangkan diri ataupun instropeksi diri ;
ataupun sejenak mengontrol gejolak amarahnya .
Tidak ada pembenaran atas EMOSI yang bergejolak , meskipun sebenarnya kita di pihak yang benar ;
karena siapapun yang bersalah tetap punya hak untuk membela diri .
Jika emosi dijadikan alasan kuat untuk menghakimi , maka bersiaplah untuk MENYESAL .
>>
baik wanita ataupun lelaki , adalah sama ; punya hati dan logika .
Tapi seringnya , mereka salah menempatkan hati atau logikanya di sikon dan waktu yang tepat .
Kamis, 26 September 2013
Do'a
Syukurilah atas semua nikmat yang di berikan oleh Allah SWT.. Baik
kelebihan ataupun kekurangan, karena bersyukur adalah cara terbaik agar
merasa cukup, bahkan ketika masih berkekurangan.. Dengan bersyukur
semoga Allah SWT akan menambah nikmat-Nya..
Aamiin ya Allah.
hatiku
Duhai hatiku.. siapakah dirimu atas kebodohanku yang tidak luput terhadap maksiat.
Walau hatiku selalu ingin berbuat baik, tapi perbuatanku selalu menuruti hawa nafsu
Sudah berapakah kebaikan yang kulakukan?
Aku menghitungnya hingga lisanku kelu, tapi aku tak menemukan kebaikan amalku kecuali hanya secuil
Aku merenung......
Sudah begitu kerasnyakah hatiku?
Langganan:
Komentar (Atom)